Dampak Wirausaha Sosial Untuk Indonesia

 In Sosial

Wirausaha sosial atau lebih dikenal dengan sosial entrepreneur dipandang bisa menjadi tren binsis dan juga sebagai model pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Hal ini tentunya berbeda dengan kegiatan sosial yang memiliki lingkup untuk donasi, hibah, dana sosial nasional maupun internasional sampai CSR (Corporate Social Responsibility)

Sebagai negara berkembang, eksistentsi wirausaha sosial di Indonesia sangatlah penting dan terus bertambah sejak 10 tahun terakhir. Sebenarnya, apa sih bedanya wirausaha biasa dengan wirausaha sosial? Sebagai seorang wirausaha, biasanya tujuan utama usaha adalah untuk mencari untung sebanyak-banyaknya. Tetapi dalam hal ini, ada orang-orang yang menawarkan solusi jangka panjang dengan merangkul orang lain dalam bisnis sosial mereka. Pengusaha tersebut memanfaatkan prinsip-prinsip kewirausahaan untuk kepentingan masyarakat, inilah yang disebut ‘wirausaha sosial’.

hiszk8nxqh19bq4badwx

Dengan tingginya tingkat pengangguran di Indonesia, hal ini dapat menjadi salah satu solusi yang baik untuk kesejahteraan bangsa kita. Berdasarkan catatan World Bank, Indonesia memiliki jumlah wirausaha sosial relatif tinggi, walaupun masih kalah dengan beberapa negara di Asia. Setiap satu juta orang miskin di Indonesia terdapat 14 wirausaha, sedankan di Thailand setiap satu juta orang miskin terdapat 57 wirausaha sosial, di korea terdapat 113 wirausaha.

Dilihat dari data catatan World Bank, Indonesia masih membutuhkan banyak wirausaha sosial untuk memajukan negara. Untuk merangkul masyarakat yang kurang mampu, agar mereka dapat mempunyai usaha dan penghasilan sendiri.

Salah satu contoh wirausaha sosial adalah yang dilakukan Tri Mumpuni dan Iskandar Kuntoadji dari Inkubasi Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) dengan membangun pembangkit listrik mikro. Hal ini didasari dengan adanya 16% wilayah di Indonesia yang masih belum mendapat listrik, seperti di NTT (Nusa Tenggara Timur) baru 43% dan Papua 59% yang mendapat listrik. Dan untuk proses pemerataan akses listrik tidaklah mudah, untuk membuat pembangkit listrik di daerah Indonesia yang belum terjangkau dibutuhkan biaya yang besar.

ibeka-youtube-com-image

Mereka mempunyai solusi dengan membuat pembangkit listrik skala mikro di desa terpencil yang sumber tenaganya dari sumber air setempat. Dengan  mengajak masyarakat untuk ikut terlibat membangun dan mengelola pembangkit listrik mikro di desa masing-masing. Mereka tidak mendapat listrik secara gratis, tetapi harus membayar ke koperasi. Masyarakat memakai uang yang terkumpul untuk pemeliharaan pembangkit listrik dan kegiatan desa. Lebih kerennya lagi, masyarakat menjadi aktif dalam menjaga hutan karena ingin sumber tenaga listrik mereka tetap lestari.

Dibutuhkan orang-orang yang peduli dan memiliki hati untuk bangsa Indonesia, sehingga mau melibatkan diri untuk kemajuan ekonomi bangsa Indonesia. Dimana kedepannya akan membawa bangsa Indonesia ke ranah yang lebih baik.

Sumber1   Sumber2   Sumber3

sumberfoto1

Recommended Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.