Perkembangan Augmented Reality untuk Pendidikan Anak Indonesia

 In Pendidikan

Perkembangan AR (Augmented Reality) di dunia digital memang sudah bukan hal yang asing lagi.  Kini AR telah memasuki kehidupan sehari-hari. Para periset dari Swiss mengatakan teknologi ini bisa di manfaatkan untuk mempelajari perilaku anak. Mereka membuat sebuah aplikasi baru untuk komputer tablet yang bisa membantu anak- anak menghidupkan karakter dari buku mewarnai mereka.

Fabio Zund dari Game Technology Center menjelaskan, ” Pengguna bisa mewarnai tokoh pilihan dengan cara biasa.  Kemudian melalui aplikasi yang akan di buat, tokoh tersebut dapat terlihat hidup dengan warna yang dikirim ke 3D secara real time“. Menghidupkan tokoh yang akan digambar anak-anak dapat memicu imajinasi anak-anak untuk menciptakan tokoh dan situasi yang lebih kompleks.

Bob Sumner, profesor pada Universitas ETH, Zurich mengatakan, “kami menggunakan realitas tertambah untuk meningkatkan aktivitas kreatif. Itu sesuai dengan misi riset kami, yaitu mengeksplorasi teknologi game sebagai cara untuk memahami perilaku manusia”.

Sumber gambar: VOA

Teknologi VR (Virtual Reality) dan AR (Augmented Reality) kini sepertinya menjadi tren, terutama untuk kalangan anak muda. Tidak mau kalah dengan negara lainnya, Indonesia juga turut mengembangkan AR yang di buat oleh Octagon Studio Indonesia di Bandung. Teknologi buatan Bandung ini rupanya sudah cukup mendunia. Faktanya, reseller produk-produk buatan Octagon ini sudah menjamah negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Hong Kong, Australia, Prancis, Irlandia, Inggris Raya, Amerika Serikat hingga Kanada.

Hasbi Asyadiq, pendiri dan Chief Technology Officer (CTO) Octagon Studio dalam situs resminya menjelaskan, sampai sekarang, produk Octagon sudah shipping di 10-20 negara yang direpresentasikan di salah satu kota besarnya, yaitu Los Angeles (LA). Dari hasil pengembangan AR ini, Octagon berhasil meraih trofi Best App dan Rising Star Awards pada Wearable Technology Show (WTS) 2016 yang digelar di Kota London, Inggris.

Hasbi menjelaskan, produknya yang paling populer adalah seri kartu pengingat (flashcard) edukatif berbasis AR. Produk ini dirancang untuk mengajarkan alfabet, bahasa Inggris, serta pengetahuan tentang dunia satwa, profesi, angkasa luar hingga makhluk prasejarah. Kini Octagon mulai mengeluarkan colour me, yaitu buku mewarnai yang jika sudah diwarnai berbasis AR.

Sumber gambar : Flashcard (Octagonstudio)

sumber gambar: color me(Octagonstudio)

Adanya perkembangan teknologi AR dapat membantu metodelogi pembelajaran bagi anak. Salah satunya adalah apa yang telah di buat para periset Swiss dengan buku mewarnainya dan Octagon dengan flasscard dan color me. Hal tersebut dapat mengkatkan kreatifitas anak, menambah wawasan anak, serta keinginan anak untuk mau belajar. Jadi dengan adanya teknologi AR, belajar kini jauh lebih menyenangkan.

Sumber: jadiberita.com dan www.voaindonesia.com

Recommended Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.