Kritis terhadap berita HOAX itu Penting

 In Sosial

Di era teknologi yang semakin canggih, menggambarkan manusia pun semakin cerdas. Melihat dunia luar maupun dunia maya dengan pemikiran terbuka. Apabila pemikiran manusia kurang terbuka bisa mengakibatkan kesalah pahaman antara manusia satu dengan yang lainnya. Perlu adanya ketelitian untuk dapat memahami setiap persoalan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar. Persoalan yang terjadi seperti halnya penyebaran informasi pada media sosial, yang kerap ditemukan informasi yang dibuat-buat ataupun tidak sesuai fakta yang sebenarnya.

Seperti dalam pemberitaan, mengatakan bahwa seorang anak yang berumur 13 tahun mencari uang untuk dapat mneghidupi dirinya sendiri. Berita tersebut menjadi viral pada saat itu. Semua orang dengan mudahnya menaruh hati pada anak berumur 13 tahun tersebut, hanya karena pemberitaan pada salah satu akun berita yang tidak menyaring terlebih dahulu. Tak lama setelah pemberitaan mengenai anak 13 tahun yang memerlukan bantuan itu menjadi viral pada sosial media yaitu Instagram. Dinas Sosial DKI Jakarta membuka kebenaran tersebut melalui akun Facebook resminya, bahwa kejadian tersebut hanyalah settingan belaka oleh anak tersebut.

Sumber Foto

Faktanya adalah anak tersebut memiliki keluarga yang tinggal di daerah Cilincing, Jakarta Utara, ia tinggal bersama kakek, nenek dan adiknya. Sedangkan kedua orangtuanya telah berpisah. Memang, untuk mendapatkan uang lebih anak berumur 13 tahun yang bernama Adit ini harus bekerja keras berjualan es usai pulang sekolah menggunakan sepeda mininya. Akan tetapi, hal tersebut dilakukan Adit dengan tidak jujur. Dimana sesuai pengamatan dari Dinas Sosial, ternyata Adit sering mencari sensasi dari orang yang melihatnya berjualan dan ketika dagangannya tidak laku ia membagikan kepada teman-teman di sekolahnya. Dari situ pun banyak warga yang mulai melihat dan mengeluh akan kelakuan anak berusia 13 tahun yang sudah mulai bisa membohongi publik.

berita hoaxSumber Foto

Tidak ada salahnya ketika seseorang mempunyai rasa empati dan simpati yang tinggi terhadap seorang anak yang sedang berusaha mencari nafkah untuk keluarganya. Alangkah baiknya, rasa empati dan simpati tersebut diiringi dengan cara pandang yang terbuka akan hal yang viral pada sebuah pemberitaan di media sosial. Tidak mudah percaya pada berita viral akan lebih baik, daripada langsung percaya begitu saja tanpa mencari sumber yang akurat. Jika menjadi seorang yang membagikan berita lebih baik mencari informasi paling akurat, sebelum dibaca oleh ribuan masyarakat. Kejadian seperti inilah yang kerap membuat hubungan sosial pada masyarakat menjadi tidak baik, oleh karena terjadi kesalah pahaman antara media dengan masyarakat yang langsung menerima mentah-mentah setiap berita yang menjadi viral. Lalu, akankah kita akan menjadi masyarakat yang tidak kritis terhadap isu-isu sosial? Baca dan terimalah sumber informasi dengan pikiran terbuka dari sumber informasi terpercaya.

Sumber 1

Sumber Featured Foto

Recommended Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.